taman astakona...
Umpama mimpi, ku kecap kenangan
taman permainan masa kecil dulu
sisip senyum mu kemanisan tanpa gula
meninggalkan 1000 keresahan
tika gerimis menitis di hati
kenangan lenyap tanpa sedar
mungkinkah ada lagi saat-saat indah itu
agar dapat kita bersama lagi
dalam kelam engkau datang memujuk hati yang sepi
kala terang engkau hilang entah kemana
andai kata hanya mimpi mengusik kenangan silam
mengapa hangat tangan mu ku terasa??
namamu ku ukir di pohon di tepi taman
sebagai hiasan lambang cinta yang terlarang
semoga kau terlihat ketika melintasi taman
sebagai tanda percintaan abadi
ataupun pada malam naungan cahaya purnama
menyuluh ukiran yang memanggil sejuta seri
yang menghias taman ini penuh dengan cahaya misteri
kekosongan hingga ia kesepian
harumnya mawar menyulam asmara
harum cempaka kesayuan
di taman astakona yang tiba-tiba menyepi
mungkinkah akan begini selamanya

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home